PENGETAHUAN OLAH TUBUH

Oleh: Heru Subagiyo, S.Sn.

Pemeran dalam teater merupakan elemen penting guna mewujudkan peristiwa seni di atas panggung. Untuk itu seorang pemeran sebelum memasuki peran yang akan dimainkan harus menguasai badannya dulu. Pada tahap ini pemeran harus ikhlas belajar demi pencapaian kualitas badannya secara menyakinkan agar enak ditonton. Karena bagaimanapun alat dan bahan ekspresi seorang pemeran adalah tubuhnya, dengan demikian yang harus dikuasai oleh seorang pemeran sebelum memainkan peran adalah tubuhnya sendiri.

Seorang pemeran adalah seorang seniman yang menciptakan peran yang digariskan oleh penulis naskah, sutradara, dan dirinya sendiri. Sebagai seorang seniman yang bekerja penciptaan maka harus tahu betul alat dan sarana yang akan dipergunakan untuk pekerjaannya. Alat dan sarana tersebut adalah tubuh dan jiwanya sendiri. Tidak ubahnya seniman yang  lain, yang harus tahu betul alat dan sarana yang digunakan. Misalnya seorang pelukis, dia harus tahu betul fungsi dan manfaat dari kuas, palet, pensil, cat, kanvas, figura, dan spanram. Seorang pelukis yang mahir akan tahu fungsi dari kuas no. 3, palet besar dan palet kecil, cat jenis tertentu akan berbeda perlakuannya, perbedaan cat minyak dengan cat air, dan akrilik. Penguasaan tentang alat dan sarana itu sudah harus diluar pemikiran dan keteknikan. Begitu juga dengan seorang pemeran, dia harus tahu betul bagaimana berjalan yang gagah, jalannya orang yang sudah sangat tua, cara membungkuk, cara menengok, cara melambai, bagaimana posisi punggungnya dan lain-lain. Untuk bbisa melakukan itu semua, seorang pemeran harus tahu tubuhnya.
A.
Organ Tubuh Manusia

1. Otot
Otot adalah sebuah jaringan konektif yang tugas utamanya adalah berkontraksi yang berfungsi untuk menggerakan bagian-bagian tubuh baik yang disadari maupun yang tidak. Sekitar 40% berat dari tubuh kita adalah otot. Tubuh manusia memiliki lebih dari 600 otot rangka. Otot memiliki sel-sel yang tipis dan panjang. Otot bekerja dengan cara mengubah lemak dan glukosa menjadi gerakan dan energi panas. Otot rangka melekat pada tulang secara langsung ataupun dengan bantuan tendon. Otot bekerja berpasangan satu berkontraksi dan lawannya relaksasi sehingga otot bisa menggerakan berbagai bagian dari tubuh manusia seperti lutut yang bisa dibengkokan maupun di luruskan.

Otot manusia bekerja dengan cara berkontraksi sehingga otot akan memendek, mengeras dan bagian tengahnya menggelembung (membesar). Karena memendek maka tulang yang dilekati oleh otot tersebut akan tertarik atau terangkat. Kontraksi satu macam otot hanya mampu untuk menggerakkan tulang kesatu arah tertentu. Agar tulang dapat kembali ke posisi semula, otot tersebut harus mengadakan relaksasi dan tulang harus ditarik ke posisi semula. Untuk itu harus ada otot lain yang berkontraksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot pertama. Jadi, untuk menggerakkan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain, kemudian kembali ke posisi semula diperlukan paling sedikit dua macam otot dengan kerja yang berbeda.

Berdasarkan cara kerjanya, otot dibedakan menjadi otot antagonis dan otot sinergis. Otot antagonis menyebabkan terjadinya gerak antagonis, yaitu gerak otot yang berlawanan arah. Jika otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi, sehingga menyebabkan tulang tertarik / terangkat atau sebaliknya. Otot sinergis menyebabkan terjadinya gerak sinergis, yaitu gerak otot yang bersamaan arah. Jadi kedua otot berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama.

Contoh gerak antagonis yaitu kerja otot bisep dan trisep pada lengan atas dan lengan bawah. Otot bisep adalah otot yang mempunyai dua tendon (dua ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Otot trisep adalah otot yang mempunyai tiga tendon (tiga ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian belakang. Untuk mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi. Untuk menurunkan lengan bawah, otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi.

a. Bagian-bagian sistem otot rangka manusia

Otot rangka yang jumlahnya lebih dari 600 macam mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki yang berfungsi untuk menggerakan seluruh tubuh kita sebagai berikut:

- Otot frontalis yang berfungsi untuk mengangkat alis mata, posisi nya terletak di sekitar alis.

- Otot orbikularis okuli berfungsi untuk menutup kelopak mata, posisinya terletak di kelopak mata.

- Otot orbikularis oris berfungsi untuk mengkerutkan bibir.

- Otot sternokleidomastoid yang berfungsi untuk memiringkan kepala.

- Otot trapezius berfungsi untuk memperkuat bahu.

- Otot pektoralis major berfungsi untuk memutar lengan.

- Otot pektoralis minor berfungsi untuk menarik bahu ke bawah.

- Otot triseps dan otot biseps berfungsi untuk menggerakan lengan.

- Otot serratus anterior yang berfungsi untuk menarik bahu kesekeliling.

- Otot interkosta berfungsi untuk mengangkat rusuk.

- Otot rektus abdominis berfungsi untuk mengempiskan dinding perut.

- Otot sartorius berfungsi untuk memilin paha dan membengkokan penggul dan lutut.

- Otot guadriseps femoris berfungsi untuk menekuk pinggul dan meluruskan lutut.

- Otot gastroknemius berfungsi untuk mengangkat tumit dan menekuk lutut.

- Otot tibialis anterior berfungsi untuk mengangkat kaki.

- Otot peroneus berfungsi untuk melengkungkan kaki.

- Otot latissimus dorsi berfungsi untuk memperkuat punggung.

- Otot gluteus maksimus berfungsi untuk meluruskan pinggul.

- Otot archiles tendon berfungsi untuk menggerakan telapak kaki

b. Jenis-jenis Otot

-  Otot Polos

Otot polos adalah salah satu otot yang mempunyai bentuk yang polos dan bergelondong. Cara kerjanya tidak disadari (tidak sesuai kehendak) / invontary, memiliki satu nukleus yang terletak di tengah sel. Otot ini biasanya terdapat pada saluran pencernaan seperti: lambung dan usus.

-  Otot Lurik/otot rangka

Otot rangka merupakan jenis otot yang melekat pada seluruh rangka, cara kerjanya disadari (sesuai kehendak), bentuknya memanjang dengan banyak lurik-lurik, memiliki nukleus banyak yang terletak di tepi sel. Contoh otot pada lengan

-   Otot Jantung (miokardium)

Otot jantung hanya terdapat pada jantung. Otot ini merupakan otot paling istimewa karena memiliki bentuk yang hampir sama dengan otot lurik, yakni mempunyai lurik-lurik tapi bedanya dengan otot lurik yaitu bahwa otot lirik memiliki satu atau dua nukleus yang terletak di tengah/tepi sel. Dan otot jantung adalah satu-satunya otot yang memiliki percabangan yang disebut duskus interkalaris. Otot ini juga memiliki kesamaan dengan otot polos dalam hal cara kerjanya yakni involuntary (tidak disadari).

c. Cara Kerja Otot

Dengan adanya protein khusus aktin dan miosin, otot bekerja dengan memendek (berkontraksi) dan mengendur (relaksasi).

Cara kerja otot dapat dibedakan :

-  Secara antagonis atau berlawanan; yaitu cara kerja dari dua otot yang satu berkontraksi dan yang lain relaksasi.

Contoh: Otot trisep dan bisep pada lengan atas.

-  Secara sinergis atau bersamaan; yaitu cara kerja dari dua otot atau lebih yang sama berkontraksi dan sama-sama berelaksasi.

Contoh : – otot-otot pronator yang terletak pada lengan bawah otot-otot dada

2. Tulang/Kerangka

Penampilan fisik pemeran dalam pentas berhubungan dengan penampilan kesan kondisi fisik, tipe watak, sikap, gesture dan umur peran yang digambarkan. Hal ini juga sangat berhubungan dengan penampilan laku fisik yang digariskan pengarang lakon, sutradara dan peran yang ditemukan sendiri oleh pemeran. Dari tampilan fisik inilah seorang pemeran tampil penuh kenyakinan dan akan mampu memainkan peran-peran.

Badan pemeran sangat dominan di atas pentas, oleh karena itu penguasaan badan oleh pemeran sangat mutlak. Badan yang kaku, dan tidak terkuasai akan menghancurkan pemeran itu sendiri, dan tentu saja hal seperti ini tidak dikehendaki demi keberhasilan seni peran. Untuk menjaga  keberhasilan seni berperan, maka calon pemeran harus mengetahui tubuhnya.

Badan terdiri dari tulang dan urat serta otot-otot sebagai penghubungnya. Tulang manusia terdiri dari ratusan jenis, mulai tulang tengkorak, tulang leher, tulang badan, tulang tangan, tulang pinggul, dan tulang kaki. Bagian yang paling penting dari tubuh kita adalah tulang belakang atau tulang punggung. Tulang punggung terdiri dari 24 buah ruas asli dan 9 buah ruas palsu (semu). Ruas asli dipisahkan satu dengan yang lain melalui tulang rawan (cartilago) yang berbentuk piringan dan berfungsi untuk memudahkan gerakan tulang satu dengan yang lain. Sedangkan 9 buah ruas palsu menyatu dalam satu kesatuan sehingga tidak memungkinkan untuk menibulkan gerak. Tulang punggung juga berfungsi sebagai tangkai dari anyaman atau jalinan urat saraf.

Pusat saraf terdiri dari otak dan jaringan urat saraf tulang belakang atau tulang punggung. Yang berhubungan langsung dengan tulang punggung atau tulang belakang adalah tulang belikat (Scapula), dan tulang pinggul (Coxae). Cara kita berbaring, duduk, berdiri, berjalan, berlari, melompat dan jatuh sangat dipengaruhi oleh tulang belakang kita. Elastisitas atau kelenturan tulang belakang kita berfungsi sebagai peredam goncangan atau schokbreker badan kita.

Dalam pemeranan seni teater, posisi tulang punggung dapat menyampaikan pesan atau gambaran pada penonton berbagai kondisi yang kita alami. Gambaran ketika kita sedang tegang atau tenang, letih atau segar, tua atau muda sangat dipengaruhi oleh posisi tulang punggung kita. Tulang punggung kita juga membantu keberlangsungan perubahan sikap tubuh dan bunyi suara kita.

Rangka tubuh manusia memiliki fungsi utama sebagai berikut:

1. Memberi bentuk tubuh
Rangka menyediakan kerangka bagi tubuh sehingga menyokong dan menjaga bentuk tubuh.

2. Tempat melekatnya otot
Tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia menjadi tempat melekatnya otot. Tulang dan otot ini bersama-sama
memungkinkan terjadinya pergerakan pada manusia.

3. Pergerakan
Pergerakan pada hewan bertulang belakang (vertebrae) bergantung kepada otot rangka, yang melekat pada rangka tulang.

4. Sistem kekebalan tubuh
Sumsum tulang menghasilkan beberapa sel-sel imunitas. Contohnya adalah limfosit B yang membentuk antibodi.

5. Perlindungan
Rangka tubuh melindungi beberapa organ vital yakni:

• Tulang tengkorak: melindungi otak, mata, telinga bagian tengah dan dalam.
• Tulang belakang: melindungi sumsum tulang belakang.
• Tulang rusuk, tulang belakang, dan tulang dada:  melindungi paru-paru danjantung.
• Tulang belikat dan tulang selangka melindungi bahu.
• Tulang usus dan tulang belakang melindungi:  sistem ekskresi, system pencernaan,    dan pinggul.
• Tulang tempurung lutut dan tulang hasta melindungi lutut dan siku.
• Tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki melindungi pergelangantangan dan pergelangan kaki.

6.   Produksi sel darah

Rangka tubuh adalah tempat terjadinya haematopoiesis, yaitu tempat pembentukan sel darah. Sumsum tulang merupakan
tempat pembentukan sel darah.

7.   Penyimpanan

Matriks tulang dapat menyimpan kalsium dan terlibat dalam metabolisme kalsium. Sumsum tulang mampu menyimpan zat besi
dalam bentuk ferritin dan terlibat dalam metabolisme zat besi.

Rangka manusia dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu bagian poros tubuh (aksial) dan bagian alat gerak (apendikular). Bagian aksial terdiri atas 80 tulang pada manusia dewasa umumnya. Sedangkan bagian apendikular terdiri atas 126 tulang pada manusia dewasa umumnya.

Secara anatomis bagian-bagian tulang kita terdiri dari:

a. Kelompok tulang kepala  atau tengkorak (cranium).
– Berfungsi untuk melindungi otak.
– Mempunyai 8 keping tulang yang berdiri sendiri dan disambungkan melalui ligamentum (sendi tak bergerak).
– Orbit

Berfungsi untuk melindungi kedua bola mata.
– Tulang hidung
Berfungsi untuk menyokong jaringan hidung yang lembut.

-     Lubang telinga
Berfungsi untuk melindungi bagian dalam telinga.

-    Rahang atas (atau maksila)
Berfungsi menyokong barisan gigi atas.

-   Rahang bawah (atau mandibula)
Berfungsi menyokong barisan gigi bawah.

Rahang yang dapat bergerak, yaitu untuk menguyah makanan dan sebagainya.

Foramen magnum

Berfungsi untuk menyambung tengkorak dengan tulang belakang.

b.  7 buah ruas tulang tengkuk atau leher (Vertebra Cervicalis).

c. 12 buah ruas tulang bagian dada (Vertebra Thoracalis).

d. 5 buah ruas tulang pinggang (Vertebra Lubalis).

e. 5 buah ruas yang bersatu tulang kelangkang (Os Sacrum).

f. 4 buah ruas yang bersatu tulang ekor (Os Coccygis).

g. Kelompok tulang tangan(Extremitas Superior).

- Tulang hasta (os ulna).

- Tulang pengumpil (os radius).

- Tulang pergelangan tangan (os carpal).

- Tulang telapak tangan (os metacarpal).

- Tulang jari tangan (os phalanges manus)

h. Kelompok tulang kaki (Extremitas Inferior).

- Tulang paha (os femur).

- Tulang tempurung lutut (os patella).

- Tulang kering (os tibia).

- Tulang betis (os fibula).

- Tulang pergelangan kaki (os tarsal).

- Tulang telapak kaki (os metatarsal).

- Tulang jari kaki (os phalanges pedis).

i. Kelompok tulang dada.

- Hulu (os manubrium sterni).

- Badan (os corpus sterni).

- Taju pedang (os xiphoid prosesus).

- Tulang rusuk (os costae).

. Tulang rusuk sejati (os costae vera).

. Tulang rusuk palsu (os costae sporia).

. Tulang rusuk melayang (os costae fluctuantes)

Rangkaian yang  dihubungkan dengan tulang punggung adalah pengikat bahu (gelang bahu) yang terdiri dari dua buah tulang selangka dan dua buah tulang belikat (bagian atas), rongga dada dan gelang panggul atau biasa disebut pinggul (bagian bawah). Tulang punggung atau tulang belakang sangat mempengaruhi pembentukan seluruh tubuh. Apabila tulang punggung ditegangkan atau dikakukan maka koordinasi dan aliran gerak tubuh dapat terhalang (terganggu).

3. Sendi

Gerak tubuh manusia juga dipengaruhi sendi-sendi tubuh yang ada. Sendi adalah hubugan yang terbentuk antara dua tulang. Sendi dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu: sendi Fibrus, sendi Tulang Rawan, dan sendi Sinovil. Sendi Fibrus yaitu sendi yang tak dapat bergerak, maka tidak mungkin terjadi pergerakan antara tulang-tulangnya. Contoh sendi ini adalah sendi tulang pipih tengkorak. Sendi Tulang Rawan yaitu sendi dengan sedikit gerakan dan sedikit persendiannya dipisahkan oleh tulang rawan. Contoh sendi ini adalah sendi yang terdapat pada simfilis dan pubis, untuk mempersatukan tulang pubis. Sendi sinovil atau diartroses yaitu sendi yang dapat bergerak bebas.

Sendi sinovil dibagi menjadi 6 jenis yaitu: sendi datar, sendi putar, sendi engsel, sendi condiloid, sendi poros, dan sendi pelana. Sendi datar atau geser yaitu sendi yang memiliki dua permukaan datar dari tulang saling meluncur antara satu tulang dengan yang lain. Contoh sendi carpus, sendi tarsus. Sendi putar yaitu sendi yang memiliki ujung bulat tepat masuk ke dalam rongga cawan atau mangkuk tulang lainnya yang dapat bergerak ke segala jurusan. Contoh sendi bahu, sendi pinggul. Sendi engsel yaitu sendi yang memiliki satu permukaan yang diterima oleh tulang lainnya sedemikian rupa sehingga hanya memberi kemungkinan gerakan dalam satu bidang saja. Contoh sendi siku. Sendi Condiloid yaitu sendi yang mirip dengan sendi engsel tetapi dapat bergerak dalam dua bidang, ke belakang dan ke depan, ke samping dan ke tengah tetapi tidak rotasi. Contoh sendi pergelangan tangan. Sendi poros atau putar yaitu sendi yang hanya mungkin melakukan putaran seperti pada gerakan kepala. Sendi Pelana yaitu sendi yang timbal balik menerima. Contoh antara trapezium dan tualng metacarpal pertama dari ibu jari yang memberi kebebasan bergerak. 

B. Olah Tubuh Dan Fungsinya
1.
Olah Tubuh

Penguasaan badan bagi seorang pemeran berkaitan erat dengan olah tubuh. Olah tubuh adalah bagaimana cara mendayagunakan organ tubuh untuk mencapai elastisitas dan fleksibelitas tubuh sehingga mampu menciptakan setiap gerak yang dibutuhkan dalam memainkan peran. Seorang pemeran juga dituntut untuk dapat menguasai persendiannya, dan ketegangan otot-ototnya. Untuk itu seorang pemeran harus secara kontinyu melatih diri dalam berbagai bentuk latihan olah tubuh.

Olah tubuh ini penting karena berkaitan dengan penampilan fisik dan penampilan laku fisik pemeran. Penampilan fisik pemeran di atas pentas berhubungan dengan penampilan kesan kondisi fisik, tipe watak, sikap, gesture dan usia peran yang digambarkan. Juga sangat berhubungan dengan penampilan laku fisik yang digariskan oleh penulis teks lakon, sutradara, dan peran yang dimainkan oleh pemeran. Dengan demikian pemeran harus tampil penuh kenyakinan, dan dari fisiknya inilah pemeran akan mampu memainkan peran-peran yang ditawarkan.

Badan pemeran sangat dominan sekali di atas pentas, dan oleh karena itu penguasaan dan badan oleh pemeran mutlak adanya. Badan yang kaku, tidak terkuasai, akan menghancurkan pemeran sendiri di atas pentas, tentu saja hal demikian  tak dikehendaki demi keberhasilan seni peran.

2. Fungsi Olah Tubuh

Latihan olah tubuh sebenarnya melatih kesadaran akan tubuh kita dan bagaimana cara mendayagunakan tubuh itu untuk kepentingan artistik. Olah tubuh ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu latihan pemanasan, latihan inti, dan latihan pendinginan. Latihan peregangan atau pemanasan (warm-up) yaitu  serial dari latihan gerakan tubuh dimaksudkan untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot dengan cara progresif (bertahap). Latihan  inti yaitu serial pokok dari gerakan yang akan dilatih sesuai dengan tujuan. Latihan pendinginan atau peredaan (warm-down) yaitu serial pendek gerakan latihan yang bertujuan untuk mempertahankan penambahan sirkulasi yang ringan dan menggunakan kehangatan tubuh dan memberi kesempatan otot-otot untuk mengambil manfaat dari latihan, serta untuk menutup latihan olah tubuh ini adalah latihan relaksasi yang bertujuan untuk mengembalikan kesadaran akan kontrol diri sepenuhnya dan merasakan latihan-latihan yang baru dilaksanakan.

3. Cedera Dalam Olah Tubuh

Dalam melakukan aktifitas olah tubuh yang tidak terkontrol atau tubuh kita dalam keadaan belum siap melalukannya, terkadang kita mengalami cedera. Pada umumnya cedera yang terjadi pada sistem kerja otot, sehingga menggangu fungsi sistem kerja otot itu sendiri. Penyebab cedera bisa terjadi karena benturan dengan patner olah tubuh, jatuh dengan posisi yang salah, melakukan latihan olah tubuh dengan posisi tubuh  yang salah, gerakan-gerakan yang salah pada saat melakukan olah tubuh.

Cedera yang terjadi dapat kita kelompokkan menjadi: cedera pada otot, cedera pada sendi, cedera pada tulang, dan luka-luka.

a. Cedera pada otot

Sebagaimana diketahui bahwa fungsi otot adalah sebagai alat penggerak tubuh. Sebagai alat penggerak tentunya otot harus memiliki tenaga dan tenaga ini ada batasnya. Apabila beban yang diberikan pada otot melebihi tenaga dan kekuatan yang dimiliki, besar kemungkinan otot tersebut akan cedera.

Cedera otot yang paling berat adalah kalau sampai terjadi putusnya serat-serat otot. Hal ini bisa terjadi apabila ada pemaksaan kerja otot. Oleh karena itu seorang pelatih sebelum melakukan latihan harus melakukan peregangan (peregangan yang tidak berlebihan) dan memperhatikan masalah pembebanan pada saat latihan.

Cedera pada otot dapat berupa Hematoma yaitu perdarahan yang terlihat sebagai pembebanan, terjadi di dalam otot ataupun diantara otot, terasa nyeri terutama bila ditekan dan pada pergerakkan. Robekan otot (Strain), tingkat I : terjadi robekan pada serabut-serabut otot (kurang dari 5%), hal ini tidak banyak terjadi pengurangan kekuatan dan pergerakan otot. Tingkat II : terjadi robekan yang lebih luas tetapi tidak total. Tingkat III : terjadi robekakan total. Gejala dari cedera otot ditandai dengan:

a. Tergantung dari berat ringannya cedera.

b. Nyeri terutama bila otot dikontaksikan

c. Pembengkakan dan perubahan warna kulit di daerah cedera.

Pengobatan atau pertolongan pada cedera otot yaitu: istirahat, kopres dengan es pada daerah yang cedera, dibalut serta tinggikan daerah yang cedera.


b. Cedera pada sendi

Cedera pada sendi biasanya terdiri dari:

-  Lepasnya bongkol sendi dari mangkok sendi atau dislokasi total (Luxatio). Dislokasi ini sering terjadi pada sendi bahu, hal ini biasanya terjadi karena adanya gerakkan yang dipaksakan pada lengan.

- Bergesernya bongkol sendi dari mangkok sendi atau Sub Luxatio. Bergeraknya bongkol sendi dari mangkok sendi biasanya dibarengi dengan robeknya pembungkus sendi (Ligament). Hal ini biasanya terjadi karena salah gerak atau salah posisi pada saat melakukan latihan atau jatuhan.

Pertolongan pada cedera ini harus dilakukan oleh orang yang mempunyai keahlian dalam bidangnya dan jangan bersikap coba-coba karena akan memperparah cedera.

c. Cedera pada tulang

Cedera pada tulang yang paling parah yaitu patah tulang. Patah tulang ini dapat dibedakan sebagai berikut:

- Patah tulang terbuka, dimana frakmen (pecahan) tulang melukai kulit diatasnya dan tulang tersebut keluar.

- Patah tulang tertutup, dimana frakmen (pecahan) tulang tidak menembus atau melukai permukaan kulit.

- Disamping  kedua cedera tulang yang boleh disebut parah, ada cedera tulang yang sering disebut dengan Avulsi yaitu terlepasnya insersio otot  dari yang dijarakkan oleh otot itu sendiri.

Pertolongan  pada cedera tulang yang baik adalah reposisi tulang yang patah tanpa menimbulkan kerusakan pada jaringan yang lain dan harus dilakukan oleh orang memiliki keahlian dibidang tersebut.

d. Luka-luka

Luka, sebenarnya adalah hilangnya kontinyuitas dari kulit akibat suatu rangsangan. Luka dapat berupa luka lecet, luka terbuka, dan luka parah (biasanya luka terbuka yang disertai dengan cedera yang lain). Luka pada olah tubuh terjadi bisa disebabkan karena kesalahan pada penggunaan alat bantu (tergores, terjepit), dan  gesekkan anggota tubuh dangan lantai,

Pertolongan pada cedera ini adalah dengan membersihkan luka dengan bahan antiseptic kemudian menutup luka dengan plester (luka ringan), kalau lukanya cukup besar harus dengan pertolongan dokter atau yang ahli dibudang tersebut.

C. Macam-Macam Olah Tubuh
1.
Pemanasan

Peregangan atau pemanasan (warm-up) yaitu  serial dari gerakan tubuh untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot dengan cara bertahap. Pedoman sebelum melakukan pemanasan dan latihan tubuh adalah sebagai berikut:
a. Cobalah untuk selalu konsentrasi dan santai, jangan menahan nafas, dan bernafaslah secara normal.

b.  Mulailah dengan tingkat hitungan yang sedikit kemudian meningkat kehitungan yang banyak sesuai dengan tahapan. Misalnya dalam satu seri latihan dimulai dengan 8 hitungan kemudian pada tahap berikutnya ditingkatkan 2 x 8 hitungan sampai banyak hitungan.

c.  Konsentrasi pada latihan, jangan biarkan pikiran yang lain memecah konsentrasi kita. Rasakan setiap pergerakan otot dan tulang-tulang kita selama latihan.

d.  Lakukanlah pemanasan ini dengan cara yang halus dan jangan melakukan latihan-latihan dengan gerakan yang disentak-sentak.

e.  Usahakan latihan- secara berurut, bisa dimulai dari bagian bawah tubuh menuju ke atas, bisa juga dimulai dari atas menuju ke bagian bawah tubuh.

2. Pendinginan

Pendinginan atau peredaan (warm-down) yaitu serial pendek gerakan latihan yang bertujuan untuk menyegarkan kembali kondisi tubuh. Pengenduran otot-otot dilakukan untuk memperbaiki kelenturan tubuh yang menegang akibat latihan inti.

Sasaran dari latihan ini adalah sebagai berikut.
– Mengakhiri setiap latihan dalam suasana yang menyenangkan.
– Menetapkan suatu serial gerakan dengan maksud untuk mempertahankan penambahan sirkulasi yang ringan, meregangkan
otot-otot dan melancarkan peredaran darah, serta menstabilkan pernafasan.
– Memperbaiki kesadaran diri dari kebutuhan-kebutuhan otot-otot.

3. Kelenturan

Kelenturan adalah kelemah-lembutan atau kekenyalan dari otot dan kemampuannya untuk meregang cukup jauh agar memungkinkan persendian dapat beraksi dengan lengkap dalam jarak normal dan dari gerakan ini tidak menyebabkan cedera. Kelenturan tubuh manusia sangat dipengaruhi oleh kelenturan tulang punggung, kaki dan tangan. Latihan ini difokuskan pada latihan tulang punggung, kaki, dan tangan.

Pedoman dalam melakukan latihan olah tubuh kelenturan ini adalah sebagai berikut.
– Lakukan latihan ini dalam tempo yang lambat pada tahap permulaan, dan yang terpenting adalah dapat merasakan pergerakan ruas demi ruas tulang punggung. Setelah dapat merasakan dengan betul tingkatkan kecepatannya dan secara bertahap melambat kembali sampai diam.
– Latihan ini tidak ada patokan waktu dan hitungan, tetapi lebih pada pencapaian hasil.
– Latihlah setiap sesi latihan dengan benar, jangan terburu-buru pindah ke sesi selanjutnya.
– Bila anda melakukan gerakan menunduk, usahakan kepala lebih dahulu merendah. Sedangkan kalau gerakan menaik usahakan gerakkan itu berawal dari bagian dasar tulang punggung.

4. Ketahanan

Ketahanan adalah toleransi suatu otot terhadap stress dimana suatu otot dapat mempertahankan penampilannya pada beban kerja tertentu. Latihan ini bertujuan untuk mengembangkan kekuatan bagi respon otot. Dalam latihan olah tubuh ketahanan ini difokuskan pada kekuatan otot perut, tangan, dan kaki.

Pedoman dalam melakukan latihan olah tubuh ketahanan adalah sebagai berikut.
– Coba untuk konsentrasi dan konsekuen dalam latihan ini.
– Ajaklah teman sebagai patner ataupun sebagai pengawas dalam  latihan.
– Untuk latihan gerak tertentu, pergunakan matras sebagai pelindung maupun sebagai alas latihan.
– Lakukan dengan rileks dan jangan terburu-buru. Prinsip dari dasar dari latihan ini adalah pengulangan-pengulangan secara rutin.

5. Keterampilan

Keterampilan merupakan suatu bentuk latihan olah tubuh yang difokuskan pada keterampilan, kecepatan, dan kegesitan. Ketangkasan sebenarnya hasil pertumbuhan alami dari latihan kelenturan dan ketahanan. Latihan ketangkasan banyak ragamnya, misalnya latihan bela diri, senam alat, dan permainan alat (tombak, pedang, toya, kipas, pisau, tali/rantai ). Latihan ini akan difokuskan pada konsentrasi gerak dan latihan bela diri, baik dengan tangan kosong maupun dengan pisau.

Pedoman sebelum melakukan latihan olah tubuh ketangkasan ini adalah sebagai berikut.
– Menemukan pasangan berlatih untuk melatih teknik-teknik yang ada dengan penuh ketelitian dan kesabaran, sehingga posisi-
posisi dan gerak yang dilaksanakan benar-benar tepat.
– Latihlah pada tiap-tiap teknik dalam suatu rangkaian gerak mulai dari gerak lambat menuju gerak yang cepat
– Teknik yang dilatih harus dilakukan dari kanan maupun dari kiri, sehingga benar-benar dapat dikuasai dari semua sudut.
– Lakukan pergantian posisi antara penyerang dan yang diserang.
– Lakukan dengan tangan dan kaki yang sebaliknya.

6. Relaksasi

Relaksasi adalah memposisikan tubuh dalam kondisi yang rileks, tanpa tegangan. Akan tetapi, meskipun tubuh rileks bukan berarti berada dalam keadaan pasif (tanpa bergerak). Relaksasi melepaskan kekangan yang ada dalam tubuh melalui gerakan-gerakan lembut yang teratur. Keteraturan gerak seirama dengan nafas sehingga ketegangan otot-toto tubuh kembali mengendur. Relaksasi merupakan hal yang penting bagi semua pemeran. Oto-otot tubuh yang menegang membawa dampak yang kurang baik bagi emosi sehingga mempengaruhi konsentrasi.

Pemeran pemula biasanya sulit bersikap rileks. Hal ini disebabkan ketidaksiapan fisik dan semosi saat berada di hadapan penonton. Dengan kata lain, dalam keadaan rileks, aktor akan menunggu dengan tenang dan sadar dalam mengambil tempat dan melakukan akting. Untuk mencapai relaksasi atau mencapai kondisi kontrol mental maupun fisik diatas panggung, konsentrasi adalah tujuan utama.

Ada bermacam-macam bentuk relaksasi, lakukan relaksasi yang sesuai dengan keadaan pikiran. Relaksasi bisa dilakukan dengan cara tai-chi, yoga. Pada sub bab ini akan dibahas relaksasi dalam bentuk yoga. Yoga sebenarnya adalah seni daya tubuh yang dilakukan melalui perpaduan antara pernafasan, pose tubuh dan konsentrasi sehingga jiwa atau pikiran kita menjadi relaks. Pose tubuh dalam yoga disebut dengan asana. Dasar-dasar dari yoga yang perlu diperhatikan adalah : cinta kasih, kejujuran, kesederhanaan, kesucian, dan tidak gila hormat. Yoga selain sebagai relaksasi juga dipercaya bisa menyembuhkan penyakit.

Pedoman melakukan relaksasi adalah sebagai berikut.

  • Konsentrasi pada nafas, bila perlu rasakan perjalanan udara mulai dari hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
  • Santai dan kendorkan semua pikiran, otot-otot, dan jangan ada yang mengganggu atau terjadi ketegangan.
  • Gunakan nafas segitiga, yaitu menghirup, menahan, dan menghembuskan nafas dengan hitungan yang sama.
  • Pilihlah pose-pose yang sesuai dengan kemampuan, jangan memaksakan suatu pose tetapi tidak merasa nyaman.

SELESAI

About these ads

~ oleh teaterku pada 20 Maret 2010.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: