TATA BUNYI

Oleh: Heru Subagiyo, S.Sn.

Materi tata panggung ini digunakan untuk pembelajaran tingkat SMP

TKP : Setelah membaca dan mengerjakan tugas-tugas modul ini diharapkan Peserta belajar dapat:
1.  Menjelaskan kembali makna tata suara dalam teater
2. Memahami bunyi efek dan musik dalam teater
3. Mengenal alat bantu pengeras suara

URAIAN MATERI

1. Pengetahuan Tata Bunyi

Seni teater dalam pementasanya mengandung dua unsur yaitu rupa dan suara. Unsur rupa pada pementasan termasuk tata pentas atau dekorasi, tata busana, tata rias dan tata cahaya sedangkan tata suara termasuk dialog yang diucapkan, musik dan efek bunyi. Tata suara (sebenarnya tata bunyi) bisa diartikan sebagai cara untuk mengatur musik, efek bunyi maupun berbagai bunyi-bunyian yang mendukung terciptanya suasana sehingga muncul nuansa emosional yang tepat. Tata bunyi juga diharapkan  membantu imajinasi penonton untuk lebih bisa membayangkan dan merasakan suasana kejadian dalam lakon.

Hal yang perlu diperhatikan dalam tata bunyi yaitu : Dialog – Efek bunyi – Musik. Ketiganya bisa kita pergunakan bersama-sama, kadang-kadang hanya dua atau hanya satu saja. Agar pertunjukan enak didengar dan dilihat kita harus memperhatikan volume dari ketiga bahan tersebut, artinya volume apa yang harus keras dan volume apa yang harus lemah. Disini volume berfungsi seperti spotlight maksudnya bunyi apa yang diutamakan dalam adegan tersebut, apa efek bunyi, musik atau dialog.

2. Efek Bunyi

Efek bunyi bisa dihasilkan dari alat musik, suara manusia atau benda-benda yang kita buat secara sederhana yang berfungsi untuk membantu penonton agar lebih dapat membayangkan apa yang terjadi didalam lakon. Penggunaan efek bunyi ini tidak bisa sembarang tetapi harus sesuai dan mempunyai tujuan. Cara sederhana membuat efek bunyi di antaranya sebagai berikut.

  • Bunyi pintu, (bila pintu dibuka atau ditutup akan kedengaran bunyi gerendel dan benturan daun pintu) caranya kita buat pintu dalam kotak kecil yang dilengkapi dengan gerendel, jika ditempatkan di dekat mikropon maka bunyinya akan menyerupai bunyi yang sesungguhnya.
  • Bunyi jam dengan menggunakan kotak logam dan pensil atau volpen yang digerakkan ke kiri dan ke kanan.
  • Bunyi halilintar dengan menjatuhkan seng atau memukulinya.
  • Bunyi tembakan dengan memecahkan balon atau memukul benda keras.
  • Bunyi kapal terbang dengan merekam bunyi pesawat dilapangan atau lipatan karton tipis yang disentuhkan pada baling-baling kipas listrik dan dikeraskan dengan mikropon. Dan masih banyak lagi asal kita mau melakukan percobaan.

3. Musik

Musik dalam teater mmpunyai kedudukan yang penting karena penonton akan mudah untuk membayangkan atau mempengaruhi imajinasinya. Musik yang baik dan tepat bisa membantu rtis membawakan warna dan emosi peran dalam adegan. Musik juga dapat dipakai sebagai awal dan penutup adegan atau sebagai jembatan antara adegan yang satu dengan adegan yang lain.

4. Mikrofon

Mikrofon adalah alat teknik yang berguna untuk memperbesar volume suara, bunyi, efek bunyi dan musik. Dalam teater mikrofon bisa sangat membantu tetapi juga sering membuat repot, karena masih banyak peristiwa kesalahan teknis tata letak mikrofon, kurang tahu cara mempergunakannya dan kurang tahu jenis dan fungsinya. Ini ada sebagian dari jenis mikrofon dan tata letaknya.

  • Mikrofon omni atau nondirectional, dapat dipergunakan dari segala penjuru dan hasilnya sama.
  • Mikrofon Bidirectional, baik digunakan dari arah depan dan belakang.
  • Mikrofon Unidirectional,  baik digunakan dari arah depan saja.
  • Mikrofon meja dan atau lantai, bentuknya kecil khusunya ditempatkan pada meja atau lantai.
  • Mikrofon lapel, dikaitkan pada baju atau dikalungkan dileher sehingga tidak mudah terlihat oleh penonton.
  • Mikrofon Boom, dilengkapi dengan batang panjang sehingga bisa diatur mendekat atau menjauh dari actor.

Studi Kasus

Acara  perpisahan kelas tiga sebuah SMP mebuat pementasan teater. Semua persiapan dilakukan dengan baik, mulai acaranya, pendukungnya dan petugas-petugasnya. Ketika acara pementasan teater, terdengar sangat kacau karena pemain teater tidak pernah latihan bersama dengan pengiring musiknya. Belum lagi pemakaian mike yang kurang tepat (meskipun ini bertujuan untuk menolong pemain agar suaranya terdengar sampai pada penonton bagian belakang). Di pentas terdengar dialog yang tumpang tindih dengan musik pengiringnya, kadang suara musik terlalu keras dibandingkan dengan dialog pemain, sehingga dialognya malah tidak terdengar. Terkadang ada adegan yang seharusnya ada bunyi efeknya malah bunyi itu terlambat sehingga terdengar lucu. Ada adegan  yang seharus memunculkan suasana sedih tetapi karena musik pengiringnya terdengar keras dan iramanya menghentak maka adegan itu menjadi kacau. Setelah acara selesai diadakan evaluasi dan guru yang bertanggungjawab pada acara tersebut memberi vonis bahwa pementasan tersebut sangat jelek dan hanya membuat kacau suasana perpisahan.

Pada kasus di atas apa kira-kira yang menjadi penyebabnya dan apa yang menjadi permasalahan utamanya. Kalau anda sudah memahami tentang tata suara ini maka anda akan bisa menyimpulkan apa yang menjadi permasalahannya, simpulkanlah permasalahan tersebut. Kalau anda belum bisa memahami permasalahan tersebut silahkan mempelajari topik tata suara ini sekali lagi.

TUGAS

1. Apa yang dimaksud dengan tata suara dalam teater?
2. Musik dalam teater berfungsi sebagai apa?
3. Bisa anda membuat efek bunyi secara sederhana,  tuliskan dan menggunakan alat apa?
4. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam tata bunyi?

~ oleh teaterku pada 26 Maret 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: