MISTERI PENDIDIKAN

Pendidikan di Indonesia mungkin salah satu pendidikan yang terunik yaitu berusaha menyelesaikan masalah yang bersifat logika dengan jalan yang tak logis atau jauh dari logika. Fenomena ini terjadi ketika peserta didik menjelang mengikuti ujian akhir (baik itu ujian akhir nasional maupun ujian semester). Peserta ujianĀ  memang sudah melakukan usaha-usaha yang bersifat rasional yaitu sudah belajar menghapal materi pelajaran mulai dari awal sampai akhir. Masih ditambah lagi mengikuti latihan-latihan menyelesaikan soal-soal yang diperkirakan akan diujikan sampai fisik dan pikirannya lelah. Nah, keunikannya terjadi ketika peserta didik akan melaksanakan ujian yang bersifat nasional, karena dari ujian inilah yang akan menentukan dia akan lulus atau tidak. Konsekuensi dari ujian ini adalah peserta didik bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi atau tidak.

Sebenarnya kalau kita tilik kembali pada esensi ujian adalah untuk mengukur kemampuan peserta didik, sejauh manakah kemampuan dia dalam pendidikan tersebut. Kalau sudah diketahui kemampuannya maka pihak pendidik maupun orang tua bisa mengambil langkah yang baik untuk peserta didik itu. Misalnya peserta didik tersebut kurang mampu dibidang keilmuan, maka guru beserta orang tua akan mengarahkan pada bidang yang bersifat praktis begitu juga sebaliknya. Nah, yang terjadi di Indonesia adalah ketika pelaksanaan ujian dilaksanakan dan diikuti oleh peserta didik terus peserta didik tersebut tidak lulus, maka cap yang tertempel pada dirinya adalah bodoh atau tidak pandai. Padahal ujian yang diikuti adalah ujian yang bersifat keilmuan padahal dia sangat mampu dibidang praktis.

Fenome yang menggejala belakang ini adalah……….

~ oleh teaterku pada 28 Maret 2010.

2 Tanggapan to “MISTERI PENDIDIKAN”

  1. Fenomena yg terjadi adalah baik pendidik maupun orang tua telah lama tidak sadar bahwa pendidikan sekolah sangat identik dengan sebuah angka angka yang digunakan sebagai tolak ukur kepandaian anak didik.. Gak adil ini…

    • saya setuju dengan anda…memang bukan bergantung pada angka-angka, tapi bagaimana anak itu bisa mempersiap diri menghadapi jalan bidup dewasa nanti. angka-angka itu urusan negara negara dan negara mencari mudahnya saja..saya setuju dengan anda…bukan bergantung pada angka-angka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: