OBROLAN SEPUTAR KREATIFITAS

Imaj : Apa sebenarnya kreativitas itu, baik pandangan dan pengertian para ahlimaupun pandangan dan pengertian orang awam?

Mamer :Kreativitas adalah sebuah kata yang mudah diucapkan tetapi susah untuk diartikan, bahkan susah untuk dijalankan dalam kehidupan keseharian bagi yang belum terbiasa dan yang masih terbelenggu dengan pikiran bahwa kreativitas itu harus menghasilkan ciptaan yang luar biasa hebat. Banyak orang mengatakan bahwa kreativitas itu suatu cara berfikir untuk keluar dari masalah hidup keseharian yang melingkupi dan membelitnya. Kreativitas itu sikap dan pola pikir yang dapat menciptakan sesuatu yang baru, baik baru menurut dirinya maupun baru menurut orang lain. Kreativitas itu berhubungan penciptaan sesuatu yang baru dan orisinal. Kreatifitas berhubungan dengan pola pikir yang dapat menghubungan suatu masalah atau fenomena dengan unsur-unsur yang lain sehingga menjadi sesuatu yang baru. Bahkan kreativitas dapat diartikan sebagai pola pikir yang dapat menciptakan sesuatu yang baru. Nah, itu adalah tinjauan kreatifitas bagi orang awam dan orang yang tidak mau memusingkan diri dengan definisi-definisi. Tetapi alangkah baiknya kita juga melihat pengertian kreativitas bagi orang-orang ahli. Kreativitas menurut Julius Chandra dalam bukunya Kreativitas, dia mengartikan kemampuan mental dan berbagai jenis keterampilan khas manusia yang dapat melahirkan pengungkapan yang unik, berbeda, orisinal, sama sekali baru, indah, efisien, tepat sasaran dan tepat guna. Kalau menurut Dr. Myron S. Allen dalam bukunya Psychodynamic Synthesis, kreativitas itu adalah perumusan-perumusan dari makna melalui sintesis. Kalau Menurut John W. Haefele dalam bukunya Creativity And Innovation, mengatakan bahwa kreativitas dirumuskan sebagai kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang bernilai sosial. Nah kalau menurut George J. Seidel dalam bukunya The Crisis of Creativity, kreativitas adalah kemampuan untuk menghubungkan dan mengkaitkan, kadang-kadang dengan cara yang ganjil, namun mengesankan, dan ini merupakan dasar pendayagunaan kreatif dari daya rohani manusia dalam bidang atau lapangan mana pun. Dan sebenarnya masih masih banyak definisi kreativitas dari sudut pandang individu-individu yang lain. Misalnya kreativitas menurut pembuat tempe (makanan dari kacang kedelai yang difermentasi) adalah (mungkin) suatu tindakan dan pola perbuatan yang dapat menghasil suatu makanan dengan bentuk yang unik, disukai orang dan terasa enak bagi orang lain serta berharga murah. Kenapa definisi ini ada tanda kurungnya, karena saya bukan pembuat tempe, jadi jawaban ini masih bersifat mungkin. Tetapi kalau menurut saya, kreativitas itu adalah suatu pola pikir yang diwujudkan dalam suatu tindakan atau aksi untuk menghasilkan sesuatu baru yang tidak merugikan orang lain dan syukur-syukur kalau disenangi orang banyak.

Imaj : Bagaimana sikap dan pemikiran kreatif (hasil dari kreatifitas) itu diterapkan dalam kehidupan sehari, kalau bisa apa contoh aplikasinya.

Mamer : Hasil dari pemikiran kreatif ini sangat mendukung kehidupan manusia dan menurut saya dalam kehidupan ini tidak ada sesuatu yang tercipta maupun terpikirkan tanpa ada unsur pemikiran kreatif. Pemikiran kreatif ini sangat berguna untuk mengatasi dan membantu kehidupan keseharian. Suatu misal kalau tidak ada pemikiran kreatif mungkin tidak tercipta pesawat terbang, kalau tidak tidak tercipta pesawat terbang dapat dibayangkan berapa lama waktu kita untuk perjalanan menuju Arab Saudi. Nah ini ada suatu cerita tentang aplikasi dari pemikiran kreatif, di suatu daerah di Jepang sering dilanda banjir, orang-orang disana berfikir bagaimana caranya membendung banjir itu dengan biaya yang murah. Maka dibuatlah tanggul dari air yang dimasukkan dalam kantong plastik. Kantong-kantong plastik yang berisi air itu kemudian disusun menjadi dinding tanggul. Cara ini saya pikir sangat kreatif karena pemikiran itu tampak sangat sederhana, tak terduka dan terbukti efisien.

Imaj : Kalau tanaman, untuk dapat tumbuh subur itu memerlukan tanah yang  mengandung banyak unsur hara dan iklim yang tepat, nah kalau untuk menumbuh suburkan kreatifitas, apa yang diperlukan.

Mamer : Kalau berbicara tanam-menanam dan menumbuh suburkan  kreativitas sebenar lebih mudah kalau ini dilakukan sejak usia anak-anak tetapi ini juga tidak menutup kemungkinan dilakukan bagi orang dewasa. Sama saja dengan yang diperlukan oleh tumbuhan untuk tumbuh berkembang yaitu butuh media dan iklim yang tepat. Kalau menurut Kak Seto Mulyadi, untuk menumbuhkan kreativitas, yang jelas memerlukan dan memperkaya wawasan tentang bidang yang diminati.  Kekayaan wawasan dan pengalaman inilah sebagai media untuk menumbuh suburkan kreativitas. Dengan kekayaan wawasan dan pengalaman ini seseorang akan memiliki gudang gagasan dalam otaknya, dan dengan berbekal gudang gagasan inilah pola pikir kreatif tidak akan mengering. Kalau medianya sudah ada maka tinggal merawatnya yaitu beri kebebasan seseorang untuk mengekspresikan diri dan ide-idenya yang cemerlang itu. Sebagai orang tua bagi anak-anak atau sebagai individu yang merdeka bagi orang dewasa, diharapkan jangan terlalu banyak melarang. Karena dimana ada larangan dan suasana tidak bebas maka kreativitas susah untuk tumbuh subur. Yang diperbolehkan orang tua bagi anak-anaknya atau individu bagi orang dewasa adalah batas-batas yang jelas dan tegas tetapi masih fleksibel dan tidak kaku. Kalau media dan perawatnya sudah ada maka tinggal mencintai dan memberi penghargaan terhadap jerih payah dan pemikiran-pemikiran kreatif tersebut. Nah, kalau tiga faktor tersebut terpenuhi kemungkinan besar kreativitas itu akan tumbuh subur.

Imaj : Darimana kreatifitas dan menjadi manusia kreatif itu berawal.

Mamer :Ketika seseorang berkeinginan untuk menjadi manusia kreatif, langkah pertama bisa dimulai dari membuang dan menghapus pandangan tentang kreativitas dalam artian sempit dari otak kita. Kalau pikiran kreatif dalam artian sempit ini masih tertanam dalam otak kita maka pintu kreativitas akan susah terbuka. Kalau pikiran kreatif ini sudah terbuka maka buatlah tetapkanlah artian kreativitas itu sesuai dengan pikiran dan kriteria anda. Ketetapan dan kriteria sudah dibuat maka tinggal menyalurkan pikiran tersebut melalui ekspresi yang sesuai dengan anda. Langkah kedua adalah memperluas area jelalah pemikiran kita. Semua orang sebenarnya memiliki pemikiran kreatif, tetapi kadang orang enggan untuk keluar dari daerah aman dan tidak mau mengambil resiko dari ketidak nyamanan. Pelajari sesuatu yang baru dan cobalah untuk mengenal sesuatu yang tidak biasanya kita kenal, hal ini akan merangsang daya imajinasi kita untuk berkreasi. Langkah ketiga adalah memberanikan diri untuk melangkah guna mengeksplorasi kreativitas kita. Keberanian awal untuk melangkah inilah sebagai kunci kesuksesan, karena kalau kita tidak berani melangkah maka kreativitas kita hanya tinggal sebagai pemikiran tanpa realisasi. Langkah keempat adalah jangan berharap semua berjalan lancar tanpa ada hambatan. Kalau kita berharap semua akan berjalan lancar dan tanpa hambatan maka kita tidak akan belajar dari hambatan tersebut dan kalau kita tidak belajar maka kita tidak akan berkembang. Langkah selanjutnya adalah kenali pencapaian-pencapaian anda sebagai ukuran untuk kreativitas selanjutnya. Hargailah pencapaian tersebut sehingga kita akan tertantang untuk mencapai yang lebih lagi.

Imaj : Siapa sebenarnya orang kreatif itu?

Mamer : Sebenarnya semua orang hidup ini adalah kreatif, tetapi sebagian orang memandang orang kreatif itu adalah orang yang melihat atau menyelesaikan masalah itu dari sudut pandang baru yang tidak dilihat oleh orang lain. Orang kreatif dalam menyelesai masalah atau membuat sesuatu biasanya menyimpang dari manusia biasanya. Dia akan menyodorkan alternatif-alternatif baru, ide-ide baru, gagasan-gagasan baru, berguna dan tidak terduga tetapi masih bisa diimplementasikan. Dari sini muncul pandangan, bahwa orang kreatif adalah orang yang berpihak pada perubahan.

Imaj : Apa saja yang diperlukan atau tahap-tahap agar kreatifitas dalam dunia kerja itu bisa dilakukan.

Mamer : Menurut pakar HRD, tahapan kreativitas dalam dunia kerja adalah Exploring, Inventing, Choosing, dan Implementing. Tahap Exploring adalah tahap para pekerja mulai mampu mengidentifikasi hal-hal apa saja yang ingin dilakukan dalam kondisi saat ini. Sekali mendapat jawaban atas pertanyaan tersebut maka proses kreatif sudah dimulai. Tahap Inventing adalah tahap dimana pekerja sudah menemukan identitas dirinya, mencari berbagai alat, teknik dan metode atau cara yang memungkinkan untuk membantu menghilangkan cara berfikir dan bertindak secara tradisional atau bahasa kesehariannya adalah berfikir dan bertindak opo adate atau podate. Tahap Choosing adalah tahap dimana pekerja sudah mengidentifikasi dirinya dan mulai memilih ide-ide atau gagasan-gagasan yang mungkin untuk dilaksanakan untuk membuat perubahan. Tahap Implementing adalah tahap dimana pekerja membuat ide-idenya atau gagasan-gagasan segera diimplentasikan. Jika ide dan gagasannya tidak tersalurkan maka pekerja tersebut akan senang pindah-pindah  tempat kerja dimana dia berharap tempat kerja yang disingahinya itu mampu mengimplementasikan ide dan gagasannya.

Imaj : Sikap dan pola pikir apa yang dibutuhkan agar kreativitas kita bisa terbuka dan bisa kita nikmati.

Mamer :Sebenarnya untuk memupuk sikap dan pola pikir kreatif itu mudah asal kita mau, yaitu:

–     Selalu ingin mencari tahu

–     Bersikap terbuka dan eksploratif

–     Temukan satu hal yang menarik minat anda untuk dieksplore

–     Konsisten dan tidak menyerah dalam mempelajari keahlian baru tersebut meskipun itu terasa rumit

dan menjenuhkan

–     Selalu belajar dari pengalaman, meskipun sepertinya pengalaman itu adalah sebuah kesalahan

–     Berfikir beda, jangan takut pikiran anda itu akan berbeda dengan pikiran orang lain. Berprasangkalah

bahwa tidak ada ide bodoh yang ada hanya ide

–     Ketahuilah apa yang anda sukai dan yang tidak anda sukai

–     Nikmatilah hidup ini

–     Hargailah diri anda

Imaj :Bagaimana sikap kita terhadap anak-anak yang sebenarnya mampu menciptakan hal-hal yang sangat kreatif tetapi menurut sebagian orang, itu adalah hal yang sangat-sangat biasa bahkan lebih ekstrimnya itu tidak berguna.

Mamer : Kreativitas anak-anak itu sebenarnya sangat luar biasa dibandingkan dengan orang dewasa pada umumnya. Tetapi kadang kita tidak menyadari dan hal itu adalah sesuatu yang remeh temeh. Misalnya, kita seakan-akan tidak percaya bahwa anak usia 5 tahun sanggup mencipta lagu dolanannya sendiri. Saya masih ingat ketika keponakan saya yang waktu itu masih berusia sekitar 4 sampai 5 tahun menciptakan lagu dan syairnya sekalian hanya untuk main-main. Lagunya itu kalau tidak salah demikian:

gelang sepatu gelang

bapak pulang kecepit lawang

lawang wesi bapak lagi sisi

sisi umbel bapak lagi nyambel

nyambel pete bapak lagi nyate

nyate wedus bapak lagi adus

adus banyu bapak lagi nyapu

nyapu omahe nabila

(kebetulan ponakan saya itu namanya nabila)

Kalau kita cermati dari syairnya, maka kita seolah-olah tidak percaya bagaimana anak seusia itu bisa memilih kata-kata dan mengkaitkankan antara kata yang satu dengan kata yang lain serta merunutkannya. Saya ingat definisi yang diajukan oleh George J. Seidel tentang kreativitas yaitu kreativitas adalah kemampuan untuk menghubungkan dan mengkaitkan, kadang-kadang dengan cara yang ganjil, namun mengesankan, dan ini merupakan dasar pendayagunaan kreatif. Kenapa anak-anak mampu menciptakan seperti itu, karena pikiran anak-anak adalah pikiran bebas tendensi dan daya khayalnya masih murni dan tanpa belenggu. Makanya kalau mau berfikir kreatif dam kreativitas kita terasah maka bebaskanlah pikiran kita dan bebaskanlah daya khayal kita. Kalau sudah bebas dan memenuhi gudang imajinasi kita dengan ide dan gagasan maka langkah selanjutnya adalah menyeleksi ide dan gagasan hasil imajinasi itu menjadi sebuah ide dan gagasan yang terseleksi untuk karya kita.

Imaj :Bagaimana hubungan kreatifitas dengan industri kreatif yang belakangan didengung-dengungkan pemerintah.

Mamer: Kalau kita mencari hubungan antara kreativitas dengan industri kreatif, maka kita akan ingat seseorang yang bernama Theodorus Wulianadi atau Liauw Kok Kwang atau yang lebih keren dengan sebutan Mr. Joger. Dia adalah salah satu tokoh yang memanfaatkan kreativitasnya menjadi industri kreatif. Hal ini dia lakukan sebelum hiruk pikuk slogan industri kreatif. Kreativitasnya ini diawali dari kegelisahan pikirannya, kenapa bahasanya sendiri yaitu bahasa Indonesia mulai dilupakan dan lebih senang dengan bahasa Inggris. Karena semua orang ingin bisa menguasai bahasa Inggris maka bahasa Indonesia mulai dilupakan (hal ini mungkin suatu kasus di Bali). Nah, Mr. Joger ini melihat celah bisnis dalam masalah bahasa ini. Dia kemudian mengolah bahasa Indonesia menjadi sebuah industri. Tentu saja diperlukan keahlian mengolah kata-kata menjadi kalimat yang indah dan lucu, tapi tidak melanggar etika dan tata bahasa Indonesia. Proses mengolah kata-kata ini Mr. Joger sangat percaya bahwa alam sekitarnya termasuk orang-orangnya adalah sumber inspirasi. Dan yang kita tahu, industri yang dibikin Mr. Joger adalah memproduksi kata-kata. Ratusan bahkan ribuan kata-kata yang dirangkai sedemikian rupa sehingga berbunyi aneh, nyleneh, kocak, nakal, ironis, satir bahkan sinis. Rangkaian kata-kata tersebut kemudian ditempelkan atau dikemas pada berbagai rupa pernak-pernik yang dijual di toko Joger.

Jadi, industri kreatif itu akan tumbuh subur dan menjamur dimana-mana asalkan didukung oleh manusia-manusia kreatif. Bagaimana menjadikan manusia-manusia kreatif yaitu syaratnya sudah disebutkan di atas.

SEKIAN

Sumber-Sumber bacaan:

  1. Majalah Gong edisi 108/X/2009
  2. Buku Kreativitas karya Julius Chandra yang diterbitkan Kanisius tahun 1994
  3. Tulisan M. Eko Purwanto yang berjudul Membangun Kreativitas di Dunia Kerja tahun 2010
  4. Tulisan Jeme Semende yang berjudul Tiga Upaya Menumbuhkan Kreativitas Anak-anak tahun 2009 di Kompas Online.

~ oleh teaterku pada 10 Januari 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: